
Muara Teweh – Dalam upaya memperluas aksesibilitas transportasi publik, Dinas Perhubungan (Dishub) Barito Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi darat. Sebagai langkah nyata untuk membuka aksesibilitas wilayah yang lebih luas, pada 10 – 12 Agustus 2026 lalu Dishub Barito Utara melalui Bidang Pengembangan dan Keselamatan menggelar survei lapangan guna merencanakan layanan Angkutan Desa (Angdes).

Survei yang dilakukan difokuskan pada rencana pembukaan trayek menuju dua wilayah strategis, yakni rute menuju Benangin (Kecamatan Teweh Timur) dan Lampeong (Kecamatan Gunung Purei).
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program penyediaan layanan transportasi yang diusung pemerintah daerah benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan riil masyarakat di pedesaan.
Turun Langsung Menjemput Aspirasi Warga

Tim dari Dishub Barito Utara memilih pendekatan partisipatif dengan turun langsung ke lapangan. Proses survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan warga di desa tujuan dan sepanjang rencana rute lintas kecamatan tersebut.

Selain mewawancarai warga secara acak, tim dari Dishub Barito Utara juga survei secara proaktif mengunjungi berbagai pusat aktivitas dan fasilitas pelayanan publik untuk menyerap aspirasi yang lebih menyeluruh. Beberapa titik sasaran utama survei ini meliputi sekolah-sekolah, di mana tim berupaya memetakan kebutuhan mobilitas para pelajar dan tenaga pendidik yang kerap kesulitan mendapatkan angkutan dengan jadwal pasti. Langkah ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke puskesmas untuk memastikan rute Angdes dapat mempermudah akses warga dan tenaga medis menuju fasilitas kesehatan. Selanjutnya, petugas juga mendatangi kantor kecamatan serta balai desa demi berkoordinasi langsung dengan aparatur Desa dalam memetakan simpul kepadatan penduduk, menentukan lokasi perhentian (halte) strategis, dan merumuskan jadwal operasional yang paling ideal.
Menakar Kebutuhan dan Kemampuan Masyarakat

Melalui wawancara langsung, petugas Dishub menggali berbagai informasi penting, mulai dari kebiasaan perjalanan warga, moda transportasi yang saat ini digunakan, hingga menakar kemampuan dan kemauan warga dalam membayar tarif angkutan (Ability to Pay & Willingness to Pay).

Data yang diperoleh dari lapangan ini akan diolah menjadi kajian yang komprehensif. Hasil dari kajian tersebut akan menjadi landasan utama bagi Dishub Barito Utara dalam menetapkan jenis armada yang tepat, besaran tarif yang terjangkau, serta penempatan titik lokasi pemberhentian yang presisi demi mewujudkan sebuah sistem yang berkeselamatan sebagai pilar pertama dalam penataan transportasi publik, dan tidak sekadar berfokus pada manajemen keselamatan jalan semata.

Dengan adanya perencanaan yang matang dan melibatkan masyarakat secara langsung, layanan Angkutan Desa ini ke depannya dapat segera terealisasi. Hadirnya transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mampu memacu pertumbuhan roda ekonomi di wilayah Kecamatan Teweh Timur dan Gunung Purei.